Bupati Pamekasan Komitmen Ingin Kembangkan Koperasi Syariah

PENAWARTA.COM – Bupati Pamekasan Ahmad Syafii berkomitmen untuk terus mengembangan koperasi syariah, sebagai upaya mendukung program pemerintah provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat, dalam memajukan sektor koperasi.

“Tahun 2016, kita memiliki sebanyak 160 koperasi dan tahun ini kita targetkan sebanyak 200 koperasi syariah,” katanya, Sabtu (22/7/2017).

Saat ini sambung dia, merupakan saat yang tepat bagi koperasi simpan pinjam konvensional untuk beralih ke KSP syariah. “Sekarang masyarakat sekitar 75-80 persen masih mengikuti koperasi konvensional, sehingga peluang untuk menggerakkan koperasi syariah potensinya masih cukup besar,” katanya.

Dengan adanya koperasi syariah dia berharap bisa menurunkan tingkat sukubunga yang sekarang berada di atas 20 persen, sehingga akan bisa menggerakkan ekonomi produktif.

Ia juga berharap, ada program sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi pusat dalam upaya memacu perkembangan koperasi syariah tersebut.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Braman Setyo mengatakan Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten pertama yang menerapkan program koperasi berbasis syariah di Indonesia.

“Hal itu karena Bupati Pamekasan Ahmad Syafi’I sangat berkomitmen untuk menegakkan koperasi syariah di sini,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Braman Setyo ketika membuka Bimbingan Teknis Pemahaman Keterampilan Menjalankan Produk Pembiayaan Syariah, di Pamekasan, belum lama ini.

Bersamaan dengan Bimtek Pemahaman produk syariah, juga dilakukan Bimtek pembentukan jaringan kerjasama usaha antar KSPPS/USPPS dan sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Braman mengatakan untuk tingkat provinsi, provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi pertama yang menerapkan koperasi syariah di Indonesia.

Dia berharap dengan bimtek dan sosialisasi tersebut akan meningkatkan pemahaman masyarakat Pamekasan tentang pola-pola pembiayaan syariah dan KUR.

“Kami memberi apresiasi kepada Bupati Pamekasan yang merupakan satu-satunya bupati yang memiliki obsesi lembaga pembiayaan koperasi yang ingin diubah dari koperasi konvensionalmenjadi koperasi syariah,” tuturnya.

Walaupun di tingkat gubernur sudah ada gubernur NTB yang memulai, katanya, maka di tingkat bupati, Bupati Pamekasan menjadi bupati pertama yang mencetuskan di tingkat nasional.”Koperasi simpan pinjam Pembiayaan syariah ini ingin lebih diperbanyak lagi oleh Bupati Ahmad Syafii,” katanya.

Braman mengatakan oleh karena itu transformasi pemindahan pola pikir, perilaku ketika koperasi konvensional diubah menjadi koperasi syariah merupakan pola yang bagus dalam masa pengembangan koperasi syariah ke depannya.
“Memang banyak sekarang bahwa koperasi simpan pinjam syariah di Indonesia ada sekitar 3.805, sedangkan koperasi simpan pinjam konvensional sekitar 11.000,” ujarnya.

Menurut Braman, koperasi simpan pinjam syariah yang berjumlah 3.805 tersebut lebih baik daripada koperasi simpan pinjam konvensional.”Oleh karena itu betul sesuai dengan obsesi pak Bupati yang menginginkan Kabupaten Pamekasan diperbanyak koperasi syariahnya,” katanya.

Dalam rangka penguatan jaringan kerjasama koperasi syariah dengan model APEK, katanya, hal ini menjadi salah satu solusi atau alternatif bagaimana mengembangkan koperasi-koperasi syariah.”Langkah ini sebagai alternatif pembiayaan selain APBN maupun APBD,” tuturnya.

Kalau lihat selama ini di koperasi simpan pinjam konvensional, banyak koperasi yang pengenaan sukubunganya cukup tinggi. Karena belum ada kerjasama yang bagus yang dibangun jaringan kerjasama usaha koperasi berdasarkan pola tersebut.

Menurut Braman, Koperasi simpan pinjam konvensional memberi pnjaman dengan bunga di atas 20 persen.

Dengan adanya LPDB, koperasi atau masyarakat bisa mendapat pinjaman antara 10-15 persen. Selama ini koperasi konvensional itu mengandalkan pinjaman dari pihak ketiga, yaitu perbankan.

Dengan situasi seperti itu, koperasi akan meminjamkan kepada anggotanya lebih tinggi daripada pinjaman yang ada di perbankan.

“Pinjam ke bank dengan bunga 13-15 persen, dengan bunga berapa mau dijual ke anggotanya, tentu dengan bunga yang lebih tinggi daripada yang dari perbankan,” tambahnya.

Dengan pola jaringan usaha dengan LPDB, katanya, tentu akan bisa memberi solusi sukubunga yang lbih rendah lagi. (PENAWARTA.COM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s