Babinsa Gladak Anyar Bantu Petani Jemur Padi

PENAWARTA.COM – Proses pengeringan padi merupakan cara untuk menurunkan Kadar Air (KA) Gabah dari Gabah Kering Panen (sekitar 23-29%) menjadi Gabah Kering Giling (sekitar 14%). Setelah panen, gabah harus segera dikeringkan karena kadar air gabah setelah panen masih cukup tinggi (sekitar 23-30%). Padi yang disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu akan rusak. Bahkan jika terlambat mengerikan, maka akan menurunkan mutu dan hasil panen, seperti butir kuning, biji rusak, dan rendemen giling yang rendah.

Seperti halnya kegiatan yang dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Gladak Anyar Koramil 0826/01 Kota Serda Kusbianto melaksanakan Komunikasi Sosial membantu Bapak Miskari Anggota Poktan Sari Tani 2 dalam penjemuran padi hasil panen di Rt 04/Rw 06 Kelurahan Gladak Anyar Kec. Pamekasan. Minggu ( 18/6/17 )

Pendampingan petani yang dilakukan oleh Babinsa ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dan mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Pangan Nasional.

“Proses pengolahan gabah menjadi beras melalui proses pemanenan, perontokan, pengeringan, penggilingan dan penyimpanan. Gabah dipanen pada tingkat kadar air sekitar 23% sampai 29% basis basah,” ujar Kusbianto.

Menurutnya, Gabah dengan kadar air demikian tidak dapat langsung digiling karena kulitnya masih cukup basah sehingga sukar pecah dan terkupas. Gabah perlu dikeringkan hingga kadar airnya berkisar 14% basis basah.

“Jika gabah tidak segera dikeringkan akan terjadi kerusakan pada butir beras yang akan dihasilkan, ditandai dengan warna beras yang tidak bisa putih. Gabah dengan kadar >15% tidak mempunyai ketahanan simpan,” tambahnya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi petani dalam menjual padi hasil panen, adalah karena faktor kadar air. “Untuk menyelesaikan masalah itu dibutuhkan tempat penjemuran yang baik untuk meningkatkan kualitas padi,” pungkas Kusbianto.

Danramil 0826/01 Kota Pamekasan Kapten Inf Priyo Budi Utomo mengatakan, dengan melakukan penjemuran padi agar padi tidak lembab dan membusuk serta menurunnya mutu padi. Babinsa selalu mengawal dan mendampingi petani sehingga betul-betul merasakan dengan hadirnya Babinsa di tengah tengah masyarakat, di harapkan Babinsa terus bersinergi bersama kelompok tani. Dengan adanya penyerapan gabah akan mendukung program pemerintah dalam Swasembada Pangan. (PENAWARTA.COM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s