Menelisik Akurasi Kapasitas Stadion Pamekasan

Tanggal 18 Nopember 2016, Pamekasan resmi memiliki stadion sepak bola yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Stadion yang dibangun diatas lahan seluas 9.570 meter per segi, dengan panjang lapangan 110 meter dan lebar 87 meter, tentu merupakan kebanggaan tersendiri dari publik Pamekasan. Sebab, selama ini belum ada stadion yang representatif, kendatipun Pamekasan telah lama memiliki klub sepak bola profesional, yakni Persepam (dulu Persepam Madura United, kini Persepam Madura Utama).

Situs resmi Pemkab Pamekasan pada lama ppid.pamekasankab.go.id melansir, stadion yang diresmikan dengan nama pertama kali “Pamellengan” lalu diubah menjadi menjadi Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SHRB) karena banyak menuai protes itu, memiliki kapasitas tampung 35.000 penonton. Sebuah stadion yang sangat besar, hampir menyamai kapasitas tampung stadion Manahan Solo, dengan total anggaran mencapai Rp95 miliar (Topskor.id, 20 Februari 2017).

Adalah Madura United, klub sepak bola yang pertama kali menggunakan stadion yang perencanaannya sejak 30 tahun lalu itu, saat menjamu Persija Jakarta di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Kala itu, panitia pelaksana pertandingan (panpel) hanya mencetak 15.000 lembar tiket, untuk semua kelas, baik kelas ekonomi, utama dan VIP. (MediaMadura.Com, 15/11/2016).

Ini dimaksudkan, untuk mengukur kapasitas stadion yang sebenarnya, mengingat pihak operator pelaksana pertandingan saat melakukan survei di stadion itu, memperkirakan kapasitas maksimal sekitar 22.000 ribu, bukan 35.000 seperti yang dirilis pemkab melalui Dinas Pemuda dan Olahraga kala itu.

Saat pertandingan berlangsung, penonton benar-benar membeludak, bahkan hanya pemilik tiket kelas ekonomi yang tidak bisa masuk kedalam stadion. Adanya oknum yang menjual kembali tiket dengan cara melempar dari dalam stadion, merupakan salah satu penyebab, disamping temuan adanya oknum petugas jaga stadion yang memasukkan teman dan kerabatnya, meski tidak memiliki tiket.

Maklum, kala itu merupakan pertandingan laga perdana, dan panitia penyelenggaran pertandingan belum banyak memahami teknik di lapangan.

Namun demikian, jika memperhatikan jumlah kapasitas tampung seperti yang disampaikan Dispora Pemkab Pamekasan, yakni 35.000 orang dengan perkiraan operator pertandingan 22.000 orang, nampak lebih masuk akal perkiraan operator pertandingan.

Katakanlah pada laga Persija kontra Madura United dimana panitia hanya mencetak tiket jual 15.000 ribu, ditambah undangan maksimal 1.200 orang, sesuai dengan kursi utama dan VIP, serta porporasi dan kebobolan pengunjung dengan perkiraan maksimal 5.000 orang, maka angka 22.000 nampak lebih mendekati, daripada 35.000.

Anggaran untuk membangun stadion dengan kapasitas 35.000 orang penonton, tentu berbeda dengan anggaran membangun stadion untuk kapasitas 22.000 orang penonton. Jika klaim dari Dispora yang benar, tentu tidak bermasalah. Tapi jika perkiraan dengan 22.000 penonton yang benar, maka sebenarnya telah terjadi penggelembungan alokasi anggaran. Artinya, ada uang negara yang dikepras, dari kapasitas 35.000 penonton menjadi kurang dari kapasitas.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Moh Hosnan Achmadi menyatakan, kapasitas daya tampung sangat menentukan besaran biaya yang harus digunakan. Stadion dengan kapasitas tampung 35.000 orang, berbeda, yakni jauh lebih besar biayanya dibanding dengan stadion hanya berkapasitas tampung 22.000 orang. (penawarta.com, 26 April 2017)

Barangkali disini inilah pentingnya tim audit atau aparat penegak hukum menelusi yang sebenarnya tentang kapasitas Stadion Gelora Ratu Pamelingan yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Hal ini juga untuk memberikan kepastian kepada publik.

Sebab, apabila tidak ada kepastian, maka nantinya akan selalu timbul persepsi miring kepada penyewa di stadion ini, baik Madura United FC ataupun Persepam Madura Utama, terutama saat penonton penuh, dan tiket yang terjual tidak mencapai jumlah maksimal, seperti klaim dinas, yakni 35.000. (TIM PENAWARTA.COM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s